UTS Fuzzy

 


Kontrol Kecepatan Mesin Air Conditioner Dengan Input Suhu Dan Cahaya

 Referensi

1. Perancangan Sistem Pengendali Suhu Untuk Optimalisasi Daya Panel Surya Menggunakan Logika Fuzzy oleh Wifki ato'ur rochim,dkk

2. Pemantauan dan Pengendalian Kelembapan, Suhu, dan Intensitas Cahaya Tanaman Tomat dengan Logika Fuzzy Berbasis IoT oleh Sumantri K Risandriya

Berikut ini merupakan contoh aplikasi pemrograman logika fuzzy untuk sistem pengatur kecepatan mesin AC menggunakan suhu dan cahaya sebagai input.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Menyusun konsep sistem kontrol dengan logika fuzzy
Misalnya keadaan suhu (input 1) dibagi menjadi tujuh kategori yaitu:

INPUT 1

SUHU

KETERANGAN

Sangat Dingin

0 0C – 5 0C

Dingin

5 0C – 10 0C

Sejuk

10 0C – 20 0C

Normal

20 0C –28 0C

Hangat

28 0C – 35 0C

Panas

35 0C – 44 0C

Sangat Panas

44 0C – 55 0C

 

keadaan cahaya (input 2) dibagi menjadi tujuh kategori yaitu:

INPUT 2

CAHAYA

KETERANGAN

Sangat Terang

0 Lux – 60 Lux

Terang

60 Lux – 120 Lux

Agak Terang

120 Lux - 180 Lux

Normal

160 Lux – 220 Lux

Redup

200 Lux – 230 Lux

Gelap

230 Lux – 250 Lux

Sangat Gelap

250 Lux – 260 Lux


keadaan kecepatan motor (output) dibagi menjadi tujuh kategori yaitu:

OUTPUT

KEC. MESIN

KETERANGAN

Sangat Lambat

0 m/s– 15 m/s

Lambat

15 m/s – 30 m/s

Sedang

30 m/s – 45 m/s

Normal

45 m/s – 60 m/s

Agak Cepat

60 m/s – 75 m/s

Cepat

75 m/s – 90 m/s

Sangat Cepat

90 m/s – 100 m/s

 

aturan /rules adalah sebagai berikut:

No.

INPUT

OUTPUT

SUHU

CAHAYA

KEC.MOTOR

1

Sangat Dingin

Sangat Terang

Sangat Lambat

2

Sangat Dingin

Terang

Sangat Lambat

3

Sangat Dingin

Agak Terang

Sangat Lambat

4

Sangat Dingin

Normal

Sangat Lambat

5

Sangat Dingin

Redup

Sangat Lambat

6

Sangat Dingin

Gelap

Sangat Lambat

7

Sangat Dingin

Sangat Gelap

Sangat Lambat

8

Dingin

Sangat Terang

Lambat

9

Dingin

Terang

Lambat

10

Dingin

Agak Terang

Lambat

11

Dingin

Normal

Lambat

12

Dingin

Redup

Lambat

13

Dingin

Gelap

Lambat

14

Dingin

Sangat Gelap

Lambat

15

Sejuk

Sangat Terang

Sedang

 

16

Sejuk

Terang

Sedang

17

Sejuk

Agak Terang

Sedang

18

Sejuk

Normal

Sedang

19

Sejuk

Redup

Sedang

20

Sejuk

Gelap

Sedang

21

Sejuk

Sangat Gelap

Sedang

22

Normal

Sangat Terang

Normal

23

Normal

Terang

Normal

24

Normal

Agak Terang

Normal

25

Normal

Normal

Normal

26

Normal

Redup

Normal

27

Normal

Gelap

Normal

28

Normal

Sangat Gelap

Normal

29

Hangat

Sangat Terang

Agak Cepat

30

Hangat

Terang

Agak Cepat

31

Hangat

Agak Terang

Agak Cepat

32

Hangat

Normal

Agak Cepat

33

Hangat

Redup

Agak Cepat

34

Hangat

Gelap

Agak Cepat

35

Hangat

Sangat Gelap

Agak Cepat

36

Panas

Sangat Terang

Cepat

37

Panas

Terang

Cepat

38

Panas

Agak Terang

Cepat

39

Panas

Normal

Cepat

40

Panas

Redup

Cepat

41

Panas

Gelap

Cepat

42

Panas

Sangat Gelap

Cepat

43

Sangat Panas

Sangat Terang

Sangat Cepat

44

Sangat Panas

Terang

Sangat Cepat

45

Sangat Panas

Agak Terang

Sangat Cepat

46

Sangat Panas

Normal

Sangat Cepat

47

Sangat Panas

Redup

Sangat Cepat

48

Sangat Panas

Gelap

Sangat Cepat

49

Sangat Panas

Sangat Gelap

Sangat Cepat

2. Setelah konsep sistem kontrol dibentuk, maka kita dapat membuat pemrogramannya. Ketiklah “fuzzy” pada command window untuk membuka jendela Fuzzy Inference System (FIS) editor, sehingga muncul tampilan seperti gambar di bawah ini:

3. Pilih edit >> add variable >> input untuk menambah variable input

sehingga akan muncul tampilan seperti pada gambar di bawah ini:

3. Ubahlah nama input1 menjadi suhu, input2 menjadi cahaya dan output1 menjadi kec_mesin

4. Pilih edit >> membership function untuk membuat fungsi keanggotaan setiap variabel

sehingga akan muncul tampilan Membership Function Editor seperti pada gambar di bawah ini:

5. Pada variabel suhu, ubahlah
range menjadi [0 55],
nama mf1 menjadi sangat dingin, type trimf, Params [0 0 5]
nama mf2 menjadi dingin, type trimf, Params [0 5 10]
nama mf3 menjadi sejuk, type trimf, Params  [10 15 20]

pilih edit >> add mfs untuk menambah membership function

nama mf4 menjadi normal, type trimf, Params  [20 24 28]

 nama mf5 menjadi hangat, type trimf, Params [28 33 35]

nama mf6 menjadi panas, type trimf, Params [35 40 44]

nama mf7 menjadi sangat panas, type trimf, Params [44 55 55]  

sehingga tampilan variabel suhu akan tampak seperti pada gambar di bawah ini:

6. Pada variabel cahaya, ubahlah
range menjadi [0 260]

nama mf1 menjadi sangat dterang, type trimf, Params  [0 0 60]
nama mf2 menjadi terang, type trimf, Params  [50 80 120]
nama mf3 menjadi agak terang, type trimf, Params   [110 150 180]

pilih edit >> add mfs untuk menambah membership function

nama mf4 menjadi normal, type trimf, Params  [160 190 220]

nama mf5 menjadi redup, type trimf, Params  [200 215 230]

nama mf6 menjadi gelap, type trimf, Params  [230 240 250]

nama mf7 menjadi sangat gelap, type trimf, Params  [250 260 260]

sehingga tampilan variabel cahaya akan tampak seperti pada gambar di bawah ini:

7. Pada variabel kec_mesin, ubahlah
range menjadi [0 100],

nama mf1 menjadi sangat lambat, type trimf, Params  [0 0 15]
nama mf2 menjadi lambat, type trimf, Params   [10 20 30]
nama mf3 menjadi sedang, type trimf, Params    [25 36 45]

pilih edit >> add mfs untuk menambah membership function

nama mf4 menjadi normal, type trimf, Params  [40 50 60]

nama mf5 menjadi agak cepat, type trimf, Params  [55 65 75]

nama mf6 menjadi cepat, type trimf, Params   [70 85 90]

nama mf7 menjadi sangat cepat, type trimf, Params   [90 100 100]

sehingga tampilan variabel kec_mesin akan tampak seperti pada gambar di bawah ini:

8. Pilih edit >> rules untuk membuka jendela rule editor

buatlah aturan pada rule editor sesuai dengan konsep sistem kontrol yang sebelumnya telah dibuat. Misalnya if (suhu is dingin) and (cahaya is gelap) then (kec_motor is lambat), dan seterusnya sampai dengan 49 rules.

9. Pilih view >> rules, untuk melihat hasil rules yang telah kita buat

kita dapat menggeser-geser nilai suhu (input1) dan cahaya (input2) sehingga menghasilkan nilai keluaran pada kec. mesin (output)

10. Pilih view >> surface, untuk melihat grafik 3D antara suhu, cahaya, dan kec. mesin

sehingga akan muncul tampilan seperti pada gambar di bawah ini

Video



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ELECTRICAL ENGINEERING

 ELECTRICAL ENGINEERING  OLEH:  Gylang Bramantya Pratama   1810953021   Dosen Pengampu:   Darwison,M.T Refenre...